3/6/13

TulisanTerakhir Sahabat

Dada terasa sangat sakit ketika mengingat kejadian itu..

Saat dimana aku dan kamu pertama kalinya bertatap mata. Pertama kalinya kita mengeluarkan kata-kata.


Aku juga ingat saat kau mulai percaya padaku untuk menuliskan semua kisahmu. Kisah yang telah membuatmu kesal, bahagia, sedih, bahkan menakutkan sekalipun. Tak takut akan perbedaan kita.

Aku sangat bahagia ketika kita menghabiskan waktu bersama. Ketika kita dalam kesusahan dan kita juga yang berusaha untuk saling membantu.

Dengan ditemani alunan musik favorit, kau duduk dengan wajah bimbang. Pucat. Seakan-akan tak ada darah yang mengalir ditubuhmu. Tak lama, wajah bimbang itu berubah menjadi senyuman yang membuatku semakin khawatir. Bibir mungilmu mungkin berkata, "aku baik-baik saja." Tapi senyum dan tatapanmu. Mereka berkata lain.

Sahabat, aku sangat bersyukur Tuhan mempertemukan kita. Aku bisa mencurahkan segalanya padamu. Aku sangat bahagia bisa menampung suka-dukamu, air matamu. Tapi aku mohon, kali ini jangan kau biarkan air matamu terbuamg karena aku. Takkan ku biarkan semua tangisan yang kau keluarkan hanya untukku. Hidupmu masih panjang, sahabat. Dan ingat. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu walau jasadku terkubur dalam kenangan.

Menyakitkan. Tapi akan ku biarkan kau berdansa di angkasa bersama bidadari yang lebih setia menemanimu di Surga, sahabatku.

No comments:

Post a Comment

Blogger maniacs will leave the comment for inspirating the writer.